Bismillahirrahmannirrahiim Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS Al-Ikhlas: 1 s.d. 4)
Tampilkan postingan dengan label aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneh. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Januari 2013
Di Saudi Turun Salju; Tanda Jelas Akhir Zaman?
SESUATU yang janggal terjadi Rabu (9/1/2013) di Arab Saudi. Worldbulletin menurunkan berita bahwa Tabuk—salah satu lokasi perang yang terjadi di zaman Rasulullah—diguyur salju yang sangat lebat, setelah beberapa jam lamanya dihantam badai yang sangat dahsyat.
Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas. Matahari bersinar sepanjang hari. Turunnya salju menjadi suatu fenomena alam yang langka.
Penduduk Tabuk dan juga orang-orang yang datang dari daerah lain menikmati hujan salju yang jarang terjadi itu. Jalan-jalan terutama yang menuju Gunung Alluz dipenuhi oleh kendaraan bermotor.
Para petugas keamanan, pengatur lalulintas, serta pertugas kesehatan diterjunkan ke berbagai tempat berbeda guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur lalulintas jalan raya Tabuk Brig. Muhammad bin Ali An-Najjar memperingatkan para pelancong agar berhati-hati saat berkendara di atas jalan yang terjal dan licin di daerah pegunungan. Dia juga meminta mereka agar mematuhi batas kecepatan dan menghubungi petugas jika memerlukan bantuan atau informasi.
Jurubicara dari Kantor Pertahanan Sipil di Tabuk Brig. Mamduh al-Enizi menasehati agar pelancong menjauhi lembah dan jalur banjir, tidak naik ke tempat tinggi dan tempat-tempat yang ditutupi salju.
Departemen Kesehatan di Tabuk menerjunkan kendaraan-kendaraan ambulan yang berperalatan lengkap di daerah-daerah tersebut.
Jalan-jalan yang mengarah ke daerah gurun pasir dan pengunungan di Tabuk dijejali kendaraan dari arah kota Haql dan Bada. Hujan turun di sejumlah kota di Saudi hari Rabu kemarin.
Tabuk letaknya sekitar 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi).
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya salju turun di Tabuk. Beberapa tahun yang lalu, Tabuk juga sudah pernah diselimuti salju dengan ketebalan mencapai 20 cm.
Para pengendara yang kebetulan melintas di jalanan Tabuk sengaja berhenti dan bermain salju dengan gembiranya, melompat, berguling-guling dan bersalto. Mereka tampak gembira sekali dan sama sekali tak menyangka bahwa negaranya diguyur salju sedemikian rupa.(islampos)
Kamis, 12 April 2012
Kisah Penjaga Makam Soal Kuburan yang Keluarkan Tetesan Darah di Cilincing
Jakarta Kuburan yang mengeluarkan darah dan bau amis di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, merupakan makam seorang ibu bernama Rohani. Menurut penjaga makam, Otong, semasa hidup Rohani, saat masih hidup bekerja sebagai orang yang meminjamkan uang.
"Dulunya si ibu itu rentenir. Dia sempat jadi warga Rorotan, terus pindah ke Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara," kata Otong saat ditemui di lokasi, Jl Malaka IV, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (12/4/2012).
Rohani sejak 2009 lalu pindah rumah dari Rorotan ke Warakas. Otong menambahkan, kendati rentenir, Ibu Rohani bersikap santun pada warga.
"Ibunya doyan ngobrol, baik sama kita juga," terang Otong.
Saat hidup di Rorotan, Rohani tinggal di perumahan Green Garden. Ia tinggal bersama suaminya dan anak-anaknya. Rohani pun hidup secara berkecukupan.
Namun, kuburan yang dihuni oleh Royani sejak 18 Februari silam jarang dikunjungi keluarganya. Bahkan, saat 40 harian pun sang keluarga tak kunjung melayat makam tersebut.
"Jarang datang, kalaupun datang cuma tengok saja. Enggak minta dibersihkan," tutp Otong.
Pernah saat 31 Maret lalu keluarga datang. Namun tidak ada kata yang terucap. Bahkan utang Rp 100 ribu untuk memasang nisan pun tak dibayarkan.
"Masih ada utang sama kita. Utang Rp 100 ribu. Dulu papannya kan kayu, terus keluarganya minta dibikin dari batu granit. Sampai sekarang belum di bayar," ucap Otong.
Makam itu membuat heboh warga sekitar lokasi pekuburan. Sejak Februari lalu kala mulai muncul tetesan darah dari makam. Kemudian ketika angin berhembus, bau amis pun tersebar. Banyak warga datang dan melihat makam itu. Namun tidak ada yang bisa warga lakukan. Mereka pun tak tahu penyebabnya.
(rvk/ndr)
Langganan:
Postingan (Atom)
